ngopi

“Macam mana ini kopinya, Boi?, tanya pelayannya. “Hitam aja aku, Kak, sedang..”, jawabku segera sambil mencari tempat duduk nyaman di pojok depan meja penyajian. Ritual ngopi tidak pernah aku lewatkan dimanapun tempatnya ketika traveling. Bahkan ketika ke Belitong, walopun cuma di Tanjong Pandan dan sekitarnya. Kopi sudah menjadi budaya dan cerita bagiku. Dan cerita-cerita jauh lebih menarik di warung kopi, entah itu di Calang, Banda Aceh, Medan, Tanjung Pandan hingga Labuha.

© 2010 by ary hartanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s