mengingat Calang

..ini sedikit cerita tentang Calang, yang sebenarnya sudah lama semenjak saya melakukan perjalanan ke Aceh dan menetap di beberapa tempat. Salah satunya Calang, tempat saya bersama tim melakukan studi revitalisasi.

CALANG NYANG INDAH NGON MAKMUE…

Daerah Aceh, tanoh lon sayang – Daerah Aceh, tanahku sayang
Nibak tempat nyan, lon udep matee – Di tempat itu, hidup matiku
Tanoh keuneban, indatu moyang – Tanah peninggalan nenek moyang
Lampoh dengen blang, luah bukan lee – Sawah dan ladang sangat luas

https://i2.wp.com/multiply.com/mu/desainary/image/4/photos/7/600x600/3/IMG-1741-a.jpg

MERAIH KEMBALI NEGERI HILANG. Berawal dari kedatangan Teuku Sabee Op, sebuah tempat pada 04° 35´ 00˝ Lintang Utara 95° 38´ 00˝ Bujur Timur di pantai barat Aceh berkembang setahap demi setahap menjadi Negeri nan Indah dengan sumber daya alam yang melimpah. Tempat itu kemudian dikenal menjadi Calang.
Lintasan sejarah mencatat bahwa pada tahun 1820 Calang menjadi salah satu pelabuhan untuk ekspor lada ke Massachusetts, Amerika Serikat. Calang kemudian berkembang menjadi ibukota Onderafdeeling Tjalang dengan wilayah Keluang, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet, Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee dan Teunom pada tahun 1910. Pada masa kemerdekaan, Calang menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Barat berdasar atas Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Utara; dan kemudian menjadi ibukota Kabupaten Aceh Jaya berdasar atas Undang-undang N0.4 Tahun 2002 sebagai bagian dari pemekaran Kabupaten Aceh Barat.
Dua tahun kemudian, di hari Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004, Calang dihantam gempa bumi yang disusul tsunami. Data menunjukkan bahwa penduduk Calang sebanyak 7.132 jiwa meninggal dan hanya sekitar 168 jiwa selamat; hampir 90% bangunan yang ada di kota Calang mengalami kehancuran; serta seluruh potensi alam sampai 2-3 km dari pinggir pantai yang berada 10-20 meter di atas permukaan laut mengalami kerusakan total. Negeri indah dan makmur itu sekarang tinggal menjadi genangan air yang cukup besar. Keindahan dan kemakmuran yang pernah ada telah hilang tak tersisa.

https://i0.wp.com/multiply.com/mu/desainary/image/4/photos/7/600x600/5/beautiful-lhok-calang.jpg

SEKILAS CERITA TENTANG ARTI “CALANG”
Penamaan tempat atau kota –terutama desa/kota lama- biasanya mempunyai dasar yang jelas; di mana nama sebuah tempat mempuyai arti tertentu yang ingin menunjukkan ciri khas dari tempat tersebut. Begitu juga dengan tempatdi pesisir barat Aceh yang bernama: Calang.
Calang dalam bahasa melayu kuno yang mempunyai arti: biji timah. Konon, penamaan Calang berawal dari cerita tentang Teuku Sabee Op yang terlambat hadir ke istana atas undangan Sultan Aceh; dan kemudian Sultan Aceh menjadi murka dan menyediakan makanan besi dan minuman timah ke Teuku Sabee Op. setelah kejadian tersebut, lokasi tempat Kerajaan Sabee Op tersebut, yaitu: Kerajaan Krueng Sabee, dan kemudian dikenal sebagai Calang.
Calang diduga juga berasal dari kata: céléng, di mana pada sekitar tahun 1912-an terdapat peternakan babi di daerah ini (tepatnya di Kampung Jawa). Menurut cerita, saat itu para peternak babi adalah orang–orang Jawa; di mana kata céléng yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti babi itu mengalami perubahan bahasa dan lafal menjadi Calang. Saat ini lokasi bekas peternakan babi yang berada di Desa Bahagia menjadi lokasi sebuah kantor beberapa NGO International yang memberikan bantuan pasca bencana tsunami di Calang dan sekitarnya.
Pada tahun 1920-an pemerintah kolonial Hindia Belanda memindahkan penjara yang sebelum berada di Pulau Raya dekat Lhok Kruet kecamatan Sampoinit (salah satu Kecamatan di Aceh Jaya) ke kota Calang. Diperkirakan salah satu asal muasal dari nama Calang diduga berasal dari kata “bui atau penjara”; di mana dalam bahasa Aceh,kata “bui“ mempunyai arti: babi. Kota Calang kemudian mulai ramai dan ditambah lagi di sini terdapat dermaga tempat bersandarnya kapal-kapal dagang. Lokasi sepanjang bekas penjara Belanda sekarang ini menjadi lokasi pembangunan sekolah dan kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Dinas Kependudukan Keluarga Sejahtera Tenaga Kerja dan Transmigrasi Calang.
(Analisa Tim Ecocity Calang, 2006)

© 2010 by ary hartanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s