Semawis

Pasar Semawis diadakan untuk memeriahkan Imlek di Semarang, tepatnya di ada di Gang Warung, Pecinan, Semarang. Sore itu saya sempatin mampir di pasar malam di sepenggalan jalan daerah pecinan – kota tua di Semarang. Sayup terdengar nyanyian Mandarin ketika saya berjalan. Rupanya ada beberapa tenda dengan beberapa orang warga keturunan sedang menikmati nyanyian karaoke sambil menunggu giliran.

Di tepian jalan juga tampak tenda-tenda terbuka menjual aneka ragam penganan maupun makanan seperti pisang plenet khas Semarang, nasi ayam, es puter, kue serabi, aneka sate, bubur kacang hingga menu steamboat yang menarik untuk dicicipi. Pusat jajanan terpanjang di Semarang ini buka mulai jam 6 sore hingga tengah malam. ada juga yang menjual aneka minuman, bahkan asesoris, mainan. Pokoknya layaknya pasar malam di akhir pekan.

Untuk menuju kesini, ada beberapa jalan yang bisa dipilih. Dari jalan Gajahmada, dapat masuk lewat jalan Wotgandul Barat – Plampitan – Kranggan – parkir di jalan Beteng. Dari jalan Gajah Mada juga dapat masuk langsung ke jalan Kranggan lewat perempatan Depok. Jalur lain adalah lewat Pasar Johar atau Jurnatan, masuk lewat jalan Pekojan – parkir di jalan Gang Pinggir. Setiap akhir minggu malam saat Waroeng Semawis digelar, beberapa jalan di Pecinan ditutup salah satu ujungnya, yaitu jalan Gang Besen, Gang Tengah, Gambiran, Gang Belakang dan Gang Baru. Jalan – jalan tersebut dapat digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung Pasar Semawis.





© 2011 by ary hartanto

2 thoughts on “Semawis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s